Ruben Amorim Beri Penghormatan Kepada Kevin De Bruyne
Ruben Amorim, bos Manchester United, memberikan penghormatan kepada Kevin De Bruyne yang akan meninggalkan klub Manchester City di akhir musim.
Amorim bahkan bercanda bahwa pemain Belgia itu pindah ke sisi kota yang salah. Simak terus untuk berita sepak bola terbaru dan terlengkap dari kami, hanya di LIGA INGGRIS.
Kabar Gembira bagi pecinta bola, khususnya Timnas Garuda. Ingin tau jadwal timnas dan live streaming pertandingan timnas? Segera download!
Pujian dari Rival Manchester
Ruben Amorim, manajer Manchester United, memberikan penghormatan yang tulus kepada Kevin De Bruyne setelah sang gelandang mengumumkan kepergiannya dari Manchester City pada akhir musim. Penghormatan ini menjadi sorotan menarik, mengingat persaingan sengit antara kedua klub Manchester.
Meskipun De Bruyne bermain untuk City, Amorim tidak ragu untuk mengakui dampak positif pemain Belgia itu terhadap Liga Premier. Pujian ini menunjukkan bahwa rasa hormat dan pengakuan atas kualitas individu dapat melampaui rivalitas klub. Amorim secara terbuka menyatakan bahwa De Bruyne adalah salah satu gelandang terbaik di Liga Premier, yang telah meningkatkan kualitas liga secara keseluruhan.
Ia bahkan bercanda bahwa De Bruyne berada di “sisi Manchester yang salah,” namun tetap mengakui kontribusi signifikannya. Komentar ini mencerminkan apresiasi yang mendalam terhadap kemampuan De Bruyne dalam mendikte permainan, menciptakan peluang, dan mencetak gol-gol penting. Lebih dari sekadar pemain rival, Amorim melihat De Bruyne sebagai aset berharga bagi sepak bola Inggris.
Akhir Era di Manchester City
Pengumuman kepergian Kevin De Bruyne dari Manchester City menandai akhir dari era gemilang yang telah berlangsung selama satu dekade. Sejak bergabung dengan City pada tahun 2015, De Bruyne telah menjadi jantung dan jiwa tim, membantu mereka meraih 16 trofi utama, termasuk enam gelar Liga Premier, dua Piala FA, dan Liga Champions.
Kepergiannya meninggalkan lubang besar di lini tengah City, baik secara taktis maupun emosional. Selama berada di Etihad Stadium, De Bruyne telah memantapkan dirinya sebagai salah satu gelandang terbaik dalam sejarah Liga Premier.
Ia dikenal karena visi yang luar biasa, kemampuan umpan yang akurat, teknik yang memukau, dan kemampuan untuk mencetak gol-gol spektakuler. Lebih dari sekadar pemain, De Bruyne adalah seorang pemimpin, inspirasi, dan simbol kesuksesan bagi Manchester City. Kontribusinya tak ternilai harganya dalam membantu City menjadi kekuatan dominan di sepak bola Inggris dan Eropa.
Baca Juga: Enzo Maresca Malu Tentang Masa Depan Jadon Sancho di Chelsea
Penghargaan dari Rekan dan Rival
Kepergian Kevin De Bruyne dari Manchester City telah memicu gelombang penghargaan dari seluruh dunia sepak bola, termasuk dari para rekan setim, mantan kolega, dan bahkan rival. Manajer Pep Guardiola, yang telah bekerja sama dengan De Bruyne selama bertahun-tahun, memuji pemain Belgia itu sebagai sosok yang tak tergantikan dalam kesuksesan Manchester City. Guardiola menekankan kemampuan De Bruyne untuk mendikte permainan, menciptakan assist, dan mencetak gol-gol penting, yang membuatnya sangat diperlukan bagi tim.
Bukan hanya Guardiola yang memberikan penghormatan kepada De Bruyne. Legenda Chelsea, John Terry, dan bintang Tottenham, James Maddison, secara sederhana menyebutnya sebagai “legenda”, menunjukkan rasa hormat yang mendalam atas kontribusinya pada sepak bola. Bahkan Toni Kroos dari Real Madrid, salah satu gelandang terbaik di generasinya, menyebut De Bruyne sebagai “pemain spesial”, mengakui bakat dan pengaruhnya yang luar biasa di lapangan.
Penghargaan dari rekan dan rival ini adalah bukti dampak besar De Bruyne di dunia sepak bola. Kemampuannya yang luar biasa, etos kerja yang tanpa lelah, dan profesionalisme yang tak tergoyahkan telah membuatnya mendapatkan kekaguman dan rasa hormat dari semua orang yang pernah berinteraksi dengannya, baik di dalam maupun di luar lapangan. Kepergiannya menandai hilangnya salah satu pemain paling berbakat dan dihormati di generasinya.