Inkonsistensi Liverpool Musim yang Penuh Kekecewaan dan Kesalahan Sendiri
Liverpool kembali menunjukkan sisi rapuh mereka saat bertandang ke markas AFC Bournemouth dan menyerah 3-2 di menit-menit akhir. Gol Amine Adli pada menit ke-95 menghancurkan harapan. The Reds, meski mereka sempat bangkit dari ketertinggalan dua gol di babak pertama. Arne Slot menyebut kekalahan ini sebagai hasil dari kehabisan energi para pemain dan kesalahan individu yang berulang kali merugikan tim.

Pertandingan tersebut menegaskan pola inkonsistensi Liverpool musim ini. Dari kemenangan gemilang atas Marseille di Liga Champions hingga kekalahan telak di liga domestik, tim asuhan Slot tampak tidak mampu mempertahankan momentum. Empat poin dari 15 poin terakhir membuat mereka terancam turun ke posisi kedelapan jika rival berhasil memaksimalkan peluang mereka.
Kerentanan Liverpool terlihat jelas dalam tujuh menit babak pertama, saat mereka kebobolan dua gol dan kehilangan Joe Gomez karena cedera. Gol pertama lahir dari sapuan Van Dijk yang salah, dan gol kedua terjadi ketika Liverpool bermain dengan 10 pemain sementara pergantian belum bisa dilakukan.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Kebangkitan Sementara dan Masalah Bola Mati
Meski sempat menyamakan kedudukan melalui Dominik Szoboszlai dan Van Dijk, Liverpool gagal mempertahankan keunggulan. Gol Szoboszlai berasal dari tendangan bebas, sedangkan Van Dijk memanfaatkan sepak pojok—hanya gol kedua Liverpool dari 118 percobaan bola mati musim ini. Ketidakefektifan dalam memanfaatkan set pieces menjadi masalah klasik yang terus menghantui tim.
Slot menekankan bahwa gol Adli tercipta dari lemparan jauh lawan, menunjukkan bahwa kelemahan Liverpool tidak hanya saat menyerang tapi juga dalam pertahanan bola mati. Tim ini kebobolan lima gol setelah menit ke-90 musim ini, semua dalam situasi yang berujung kekalahan satu gol atau hasil imbang.
Kondisi fisik pemain juga menjadi faktor penting. Banyak pemain kehabisan energi karena jadwal padat, termasuk perjalanan tandang di Liga Champions hanya dua hari sebelum pertandingan melawan Bournemouth. Slot menekankan bahwa dia memainkan pemain yang sama karena minimnya pilihan akibat cedera dan absensi lainnya.
Baca Juga: Hayden Hackney Jadi Target Baru Manchester United
Minimnya Pilihan dan Tekanan Transfer

Liverpool kini menghadapi krisis skuad yang nyata. Cedera Gomez dan Konate, serta masa pemulihan Alexander Isak, membuat Slot kekurangan opsi di lini belakang dan depan. Sementara itu, beberapa pemain harus diganti untuk menjaga kebugaran, termasuk Jeremie Frimpong dan Milos Kerkez. Situasi ini menegaskan perlunya penguatan sebelum jendela transfer ditutup pada 2 Februari.
Andy Robertson terpaksa bermain sebagai bek kiri setelah Kerkez ditarik keluar, menambah bukti bahwa skuad saat ini tipis dan rentan. Risiko kehilangan pemain kunci di tengah jadwal padat bisa berakibat fatal jika tidak ada penambahan pemain yang tepat.
Mentalitas dan Ketahanan yang Hilang
Liverpool yang dikenal dengan ketahanan fisik dan mental mereka musim lalu kini tampak rapuh. Performanya fluktuatif: sesekali menjanjikan tapi sering disertai kesalahan mendasar dan lamban dalam eksekusi. Musim ini menegaskan bahwa tim harus segera menemukan stabilitas, baik dari segi mental maupun fisik.
Saat peluit akhir berbunyi, Slot dan para pemain terlihat murung. Musibah yang menimpa Liverpool musim ini begitu deras dan berulang. Jika tak ada perubahan signifikan, inkonsistensi akan terus menghantui langkah mereka di Liga Premier dan mengancam posisi mereka di zona Liga Champions. Simak terus pembahasan sepak bola liga inggris terupdate lainnya hanya di ligainggris.id.
