Hasil Cepat Jadi Target Utama Rosenior di Chelsea
Liam Rosenior resmi mengambil alih Chelsea pada 6 Januari 2026, menggantikan Enzo Maresca yang dipecat akibat perbedaan strategi dan manajemen. Dibawah ini akan ada penjelasan tentang berita bola menarik lainnya di LIGA INGGRIS.

Meski baru datang di tengah musim, Rosenior menegaskan dirinya siap dinilai dari hasil instan, bukan janji atau filosofi jangka panjang. Pelatih berusia 41 tahun ini menekankan bahwa tekanan di Chelsea memang tinggi. “Di sini, setiap pelatih dituntut menang. Jika tidak, Anda dalam masalah.
Saya harus mampu menang dalam jangka pendek sambil tetap memikirkan kesuksesan jangka panjang,” ujarnya dalam konferensi pers. Rosenior juga menekankan bahwa meski waktu persiapan singkat, ia merasa beruntung karena skuad sudah memiliki identitas bermain yang jelas. Ia yakin proses transisi dari pelatih sebelumnya ke dirinya akan berjalan lebih mulus berkat fondasi yang ada.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Tantangan dan Tekanan di Stamford Bridge
Chelsea saat ini sedang dalam periode sulit, dengan hanya satu kemenangan dari delapan laga terakhir Liga Inggris. Posisi klub di peringkat kedelapan menambah tekanan bagi Rosenior untuk segera memberikan hasil positif.
Rosenior menyambut tantangan ini dengan antusias. Ia mengaku siap bekerja 24 jam sehari, mendorong pemain sekeras mungkin, dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk mengembalikan Chelsea ke jalur kemenangan.
Tekanan besar yang melekat pada jabatan pelatih Chelsea justru dianggap sebagai kehormatan. Rosenior menegaskan bahwa semakin besar klub, semakin besar tekanan, namun hal itu sejalan dengan ambisi dan keinginan untuk sukses di level tertinggi.
Baca Juga: Liam Rosenior Resmi Jadi Pelatih Kepala Chelsea, Targetkan Kesuksesan Jangka Panjang!
Inspirasi dari Jose Mourinho

Rosenior mengaku terinspirasi oleh sosok Jose Mourinho, yang pernah diragukan sebelum sukses besar di Porto dan Chelsea. Ia menekankan bahwa kesuksesan instan tidak terjadi tanpa proses panjang, dan setiap pelatih memiliki titik awalnya masing-masing.
Ia menambahkan bahwa pengalaman melatih Strasbourg dan memenangkan fase Conference League memberinya modal penting. Kesuksesan di kompetisi Eropa sekaligus menjadi bukti kemampuan Rosenior dalam memimpin tim menghadapi tekanan tinggi.
Rosenior menekankan pentingnya menilai performa berdasarkan aksi di lapangan, bukan kata-kata. Ia meminta publik memberi kesempatan untuk membuktikan kualitasnya, sambil siap mengaku jika hasil tidak memuaskan.
Kepercayaan Manajemen dan Dukungan Tim
Rosenior memiliki hubungan baik dengan manajemen Chelsea, termasuk pemilik klub dan jajaran eksekutif. Hubungan ini diyakini akan memudahkan penerapannya di ruang ganti dan proses adaptasi dengan pemain.
Selama 18 bulan di Strasbourg, Rosenior sudah bekerja dekat dengan figur penting Chelsea, termasuk direktur olahraga dan tim rekrutmen. Kedekatan ini membuat manajemen yakin Rosenior dapat melanjutkan proyek Chelsea, termasuk fondasi dari gelar Conference League dan Piala Dunia Antarklub 2025.
Dengan etos kerja tinggi dan pengalaman memimpin tim di level Eropa, Rosenior diyakini mampu menyeimbangkan tuntutan hasil instan dan visi jangka panjang, sekaligus mengembalikan Chelsea ke jalur kemenangan di sisa musim 2025/26. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita bola menarik lainnya di ligainggris.id.
