Penampilan Alejandro Garnacho Disorot Tajam Eks Manchester United
Alejandro Garnacho kembali menjadi pusat perhatian setelah penampilannya bersama Chelsea menuai kritik tajam. Dalam laga melawan West Ham di Stamford Bridge, winger muda asal Argentina itu gagal menunjukkan performa terbaiknya meski timnya akhirnya meraih kemenangan.

Pertandingan tersebut menjadi ujian mental yang berat bagi Garnacho. Kepindahannya dari Manchester United ke Chelsea pada musim panas lalu membawa ekspektasi besar. Dengan nilai transfer mencapai 40 juta pounds, publik berharap Garnacho mampu langsung menjadi pembeda di lini serang. Namun tekanan besar itu justru terlihat memengaruhi permainannya di laga ini.
Eks Manchester United, Gary Neville, secara terbuka mengungkapkan kekhawatirannya. Ia menilai Garnacho masih belum menemukan kestabilan permainan, terutama saat menghadapi lawan yang bermain agresif dan disiplin seperti West Ham.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Sisi Kiri Chelsea Jadi Titik Lemah
Sejak menit awal, Garnacho dimainkan sebagai starter di sisi kiri serangan Chelsea. Namun alih-alih memberi ancaman, ia justru kesulitan mengimbangi permainan fisik West Ham. Chelsea bahkan tertinggal dua gol pada babak pertama, dengan sisi kiri pertahanan dan serangan menjadi area paling rentan.
Gary Neville menilai dominasi West Ham tidak datang dari penguasaan bola, melainkan dari efektivitas dan intensitas. Menurutnya, duel di sisi kiri Chelsea menjadi kunci keunggulan tim tamu sepanjang babak pertama.
Neville menyebut Garnacho sebagai pemain yang sering memicu perdebatan. Pada laga ini, kontribusinya dinilai minim dan membuat Chelsea kehilangan keseimbangan, baik saat menyerang maupun bertahan.
Baca Juga: Liverpool Capai Kesepakatan 55 Juta Pound untuk Jeremy Jacquet, Proyek Besar Lini Belakang Dimulai
Masalah Kepercayaan Diri yang Terlihat

Sorotan utama Neville tertuju pada aspek mental Garnacho. Ia menilai sang pemain tampak kehilangan kepercayaan diri, terutama ketika berada dalam tekanan. Hal ini terlihat jelas dari cara Garnacho mengambil keputusan di lapangan.
Saat bertahan, ia kerap kalah duel dan mudah dilewati pemain lawan. Sementara ketika menguasai bola, Garnacho terlihat ragu untuk menusuk ke depan. Sentuhan pertamanya sering mengarah ke belakang, yang akhirnya memutus alur serangan Chelsea.
Neville menyebut kondisi ini sulit ditonton, mengingat Garnacho masih berusia muda dan berada di fase penting dalam kariernya. Tekanan besar di klub baru tampaknya membuatnya bermain terlalu aman dan kehilangan naluri menyerang.
Tantangan Besar di Klub Baru
Perjalanan Garnacho bersama Chelsea masih panjang dan penuh tantangan. Ia harus segera menemukan kembali kepercayaan diri agar bisa bersaing di lingkungan yang menuntut hasil instan. Liga Inggris dikenal keras, terutama bagi pemain muda yang belum stabil secara mental.
Pelatih Chelsea tentu berharap Garnacho mampu belajar dari pengalaman ini. Dengan menit bermain yang konsisten dan dukungan tim, ia masih memiliki peluang besar untuk berkembang dan membuktikan kualitasnya.
Kritik dari sosok seperti Gary Neville bisa menjadi peringatan sekaligus motivasi. Jika mampu merespons dengan positif, Garnacho masih bisa menjadikan musim ini sebagai titik balik dalam kariernya di level tertinggi sepak bola Inggris. Nantikan terus kabar terbaru seputar Liga Inggris menarik lainnya hanya di ligainggris.id.
