Transformasi Berani Ratcliffe Mulai Terlihat di Manchester United
Manchester United tengah menjalani fase transisi besar sejak kedatangan Sir Jim Ratcliffe melalui grup Ineos. Perubahan yang dilakukan tidak hanya menyentuh sektor tim utama, tetapi juga struktur manajemen dan operasional klub. Langkah-langkah ini memicu pro dan kontra di kalangan suporter.
Salah satu kebijakan paling mencolok adalah pemangkasan sekitar sepertiga jumlah karyawan melalui dua gelombang pemutusan hubungan kerja. Selain itu, harga tiket pertandingan dinaikkan dan sejumlah pemegang tiket musiman lama harus berpindah tempat duduk. Kebijakan tersebut dianggap menyakitkan bagi sebagian fans.
Tak hanya itu, dua manajer juga harus meninggalkan kursinya sebagai bagian dari restrukturisasi. Ratcliffe mengakui dirinya menjadi sosok yang tidak populer akibat berbagai keputusan sulit tersebut. Namun ia menilai perubahan drastis memang diperlukan demi masa depan klub.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Keputusan Sulit Demi Fondasi Klub
Ratcliffe menegaskan semua kebijakan yang diambil bukan tanpa alasan. Ia percaya Manchester United membutuhkan perombakan menyeluruh untuk kembali kompetitif di level tertinggi. “Kami mulai melihat bukti bahwa perubahan itu membuahkan hasil,” ujarnya kepada Sky News.
Menurutnya, keputusan besar memang sering kali tidak menyenangkan dalam jangka pendek. Namun tanpa keberanian mengambil langkah tegas, klub akan terus terjebak dalam masalah lama. Ratcliffe menilai fondasi finansial dan struktur organisasi harus diperbaiki sebelum berbicara soal prestasi di lapangan.
Ia juga menyadari bahwa reaksi negatif dari suporter adalah konsekuensi yang tidak terhindarkan. Bagi Ratcliffe, menjadi tidak populer untuk sementara waktu adalah harga yang harus dibayar demi membangun ulang Manchester United secara menyeluruh.
Baca Juga: Arsenal Hadapi Februari Super Sibuk Usai Lolos Final Carabao Cup
Dari Musim Terburuk Menuju Harapan Baru
Perubahan besar ini dilakukan setelah United mencatat musim terburuk dalam lebih dari lima dekade. Setan Merah hanya finis di peringkat ke-15 Liga Inggris dan gagal meraih trofi. Hasil tersebut menjadi alarm keras bahwa klub membutuhkan pembenahan serius.
Musim ini memang belum sepenuhnya sempurna, tetapi ada tanda-tanda kebangkitan. Di bawah arahan pelatih kepala sementara Michael Carrick, United kini berada di posisi keempat klasemen. Mereka juga berpeluang besar mengamankan tiket Liga Champions musim depan.
Carrick sendiri masih terikat kontrak hingga akhir musim, sementara manajemen sedang mencari pelatih permanen untuk proyek jangka panjang. Situasi ini menunjukkan bahwa proses pembangunan ulang masih berjalan dan belum sepenuhnya selesai.
Tekanan Suporter dan Keyakinan Ratcliffe
Di tengah upaya transformasi, tekanan dari suporter terus berdatangan. Ratcliffe bahkan menjadi sasaran nyanyian bernada kasar di stadion dan sempat mendapat konfrontasi langsung saat menghadiri laga tandang. Hal ini mencerminkan betapa sensitifnya perubahan di klub sebesar Manchester United.
Namun Ratcliffe tetap yakin arah yang ditempuh sudah tepat. Ia percaya perubahan besar memang membutuhkan waktu, terutama setelah klub mengalami kemunduran dalam beberapa musim terakhir. Kesabaran menjadi kunci dalam proses ini.
Kini, tanda-tanda positif mulai terlihat, baik dari sisi stabilitas manajemen maupun performa tim di lapangan. Meski jalan masih panjang, Ratcliffe optimistis transformasi yang dijalankan akan membawa Manchester United kembali ke jalur persaingan papan atas. Simak terus pembahasan Liga Inggris terupdate lainnya hanya di ligainggris.id.
