Cole Palmer dan Kisah Cinta Terpendam dengan Manchester United
Cole Palmer tumbuh besar di lingkungan yang sangat lekat dengan Manchester United. Lahir dan dibesarkan di Wythenshawe, wilayah yang dikenal sebagai basis kuat pendukung Setan Merah, Palmer kecil sudah akrab dengan atmosfer Old Trafford sejak usia dini.

Meski kemudian menghabiskan masa akademinya bersama Manchester City, kecintaannya pada United tak pernah benar-benar pudar. Sosok Wayne Rooney menjadi idola utamanya, pemain yang membentuk imajinasinya tentang sepak bola modern.
Ironisnya, jalan karier justru membawanya menjauh dari klub impiannya. Palmer berkembang di sisi biru Manchester, mengenakan seragam City selama bertahun-tahun, meski di dalam hatinya tetap tersimpan mimpi masa kecil.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Karier Berkembang namun Rindu yang Tak Hilang
Palmer menapaki karier profesionalnya bersama Manchester City di bawah arahan Pep Guardiola. Namun, persaingan ketat membuatnya sedikit kesulitan untuk mendapat menit bermain reguler, terutama di laga-laga besar.
Situasi tersebut mendorong Palmer mencari tantangan baru. Pada 2023, ia resmi bergabung dengan Chelsea dengan nilai transfer yang cukup besar, berharap mendapat peran utama yang konsisten di level tertinggi.
Meski kariernya terus berjalan, sumber internal menyebut Palmer tidak pernah menutup pintu untuk kembali ke Manchester. Menariknya, tujuan itu bukan Etihad Stadium, melainkan Old Trafford yang sejak kecil ia kagumi.
Rahasia Lama yang Kini Terungkap ke Publik

Kedekatan emosional Palmer dengan Manchester United bukan sekadar rumor belaka. Sang kakek mengungkapkan bahwa Palmer kerap mengenakan atribut United saat masih berlatih di akademi City, sebuah fakta yang mengejutkan banyak pihak.
Bahkan, Palmer hampir bergabung dengan Manchester United pada usia 16 tahun. Mantan pelatih akademi United mengonfirmasi bahwa kesepakatan nyaris tercapai sebelum City datang dengan tawaran yang lebih meyakinkan.
Pilihan tersebut memang sangat logis saat itu, mengingat fasilitas dan sistem pembinaan City yang sangat unggul. Namun kecintaan Palmer pada United tetap terjaga, meski kariernya berkembang di jalur berbeda.
Masa Depan Terbuka dan Skenario Ideal di Old Trafford
Saat ini, Palmer masih terikat kontrak jangka panjang dengan Chelsea hingga 2033. Cedera pangkal paha yang dialaminya musim ini juga sedikit menghambat konsistensi penampilannya di Premier League.
Di sisi lain, Manchester United tengah bersiap menghadapi kemungkinan kepergian Bruno Fernandes. Jika sang kapten hengkang, kebutuhan akan gelandang kreatif baru menjadi sangat mendesak. Palmer dinilai sebagai kandidat ideal untuk mengisi peran tersebut.
Dengan ikatan emosional yang kuat, kualitas teknis mumpuni, dan koneksi internal klub, skenario Palmer kembali ke Manchester dengan seragam merah bukan lagi sekadar mimpi masa kecil. Ikuti terus perkembangan informasi menarik yang kami suguhkan dengan akurasi dan detail penjelasan lengkap di ligainggris.id.
